Minggu, 26 Oktober 2014

Dina--







Dina berjalan dengan terburu-buru. Sepertinya ia sudah memiliki janji dengan orang lain, kalau tidak, tidak mungkin ia berjalan lebih cepat seperti ini. Andi hanya melihatnya dari jauh kemudian tatapan matanya kembali tertuju pada layar handphone-nya. Dina ternyata berjalan memasuki toilet bukan menemui seseorang. Ia tidak sedang ingin buang air atau hanya sekedar cuci muka, ia segera masuk ke dalam dan menarik nafas dalam-dalam. Ia terus menatap cermin dan berbicara sendiri. Setelah itu ia merasa kondisinya sudah siap dan ia kembali duduk disamping Andi.
"Ayo Ndi kita pulang sekarang aja, aku takut nanti aku tidak dapat kereta"
"Oke, yuk kita pulang. Tapi aku bales sms sebentar dulu ya", jawab Andi
"Oke, sambil jalan aja biar cepet Ndi..."
"Iya Din, kenapa kamu buru-buru begitu. Aku kira kamu tadi mau kemana, ngga taunya cuma ke toilet depan..... "
"Iya abis tiba-tiba kebelet"
Mereka pun menghentikan pembicaraan mereka dan berjalan mnyusuri jalan dii kampusnya. Mereka hanya berjalan lurus sampai tiba-tiba ada perempuan seumuran mereka datang menghampiri Andi.
"Andi, aku sudah datang"
Andi dan Dina yang tadinya hanya diam kemudian berhenti
"Oh ya Nisa, aku kira kamu kemana, habis kamu tidak balas sms ku lagi, kita jadi pergi kan?"
"Ya, jadi kok"
Dina hanya diam melihat Andi dan Nisa. Mereka seakan sudah mengenal cukup lama, walau Dina tau kalau Nisa adalah teman mereka juga di kampus.
"Kalian mau kemana?" tanya Dina
"Hanya menemani Nisa ke toko buku, mungkin kamu bisa pergi duluan saja ya Din, kamu kan tadi bilang sendiri kalau kamu ingin segera pulang karena takut ketinggalan kereta"
Dina diam...... Kemudian langsung menjawab dengan cepat
"Ya, aku dulaun saja kalau begitu. Bye Andi, Bye Nisa" Dina segera berjalan menuju arah yang berbeda dengan Nisa dan Andi. Andi dan Nisa pun segera memulai pembicaraan mereka.
Dina pun hanya diam seakan ia tidak percaya kalau ternyata dugaannya benar bahwa Andi yang ia sukai dari awal mereka bertemu ternyata sedang menyukai orang lain. Dina-

Dina sebenarnya pulang bertiga. Tapi ketika Andi pergi ia merasa sendiri. Dina dan aku memiliki kesamaan. Dina dan aku berjalan bersama namun seakan merasa sendiri. Sambil memikirkan apa yang seharusnya tidak kami pikirkan.